Sebagai bagian dari strategi prioritas Asta Cita untuk mempercepat peningkatan perekonomian, Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (PHKEN) menggelar seminar nasional bertajuk “Kebijakan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Berkelanjutan” di Solo, Jawa Tengah (29/12) . Dalam forum bergengsi tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Prof. Dr. Abdul Aziz, N.P, M.M., hadir sebagai penanggap ahli. Keikutsertaan pimpinan fakultas ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam mengawal isu-isu strategis nasional melalui perspektif akademik, sosial-dakwah, dan keberlanjutan.
Seminar ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pengambil kebijakan untuk merumuskan gambaran holistik mengenai dampak proyek strategis nasional terhadap masyarakat dan lingkungan. Para narasumber dari lembaga riset terkemuka seperti CORE Indonesia dan INDEF menyoroti pentingnya percepatan hilirisasi sumber daya alam sebagai pilar transformasi ekonomi. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga harus menjamin keadilan sosial, kemitraan dengan UMKM, serta meminimalisir dampak ekologis demi kesejahteraan masyarakat lokal.

Sebagai penanggap, Prof. Abdul Aziz menggarisbawahi pentingnya integrasi hasil kajian akademis ke dalam proses pengambilan kebijakan publik agar lebih transparan dan berbasis data. Beliau menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi harus memiliki “wajah kemanusiaan” yang kuat, di mana aspek keadilan dan kesejahteraan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan. Kehadiran Fakultas Dakwah UIN Salatiga dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga negara, sekaligus memastikan suara akademisi terus mewarnai arah kebijakan energi nasional demi masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
