WhatsApp Image 2026-08-27 at 14.13.59

SALATIGA – Upaya menginternalisasi nilai-nilai budaya ke dalam diri generasi muda menjadi alasan utama pelibatan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Salatiga dalam kegiatan Diseminasi Isu Strategis SDGs bertajuk “Melokalkan SDGs, yang Muda yang Bicara”. Berlangsung pada Kamis (27/8/2026) di Ruang Perencanaan Bappeda Kota Salatiga, agenda ini diselenggarakan untuk mendorong peran aktif anak muda dalam menjadikan kearifan lokal sebagai solusi nyata atas berbagai tantangan dan persoalan sosial masa kini.

Diskusi ini menghadirkan tiga perspektif kebudayaan dari masyarakat perantau. Novanita Halawa memaparkan filosofi Ono Niha asal Nias yang mengedepankan penghargaan terhadap martabat manusia dalam interaksi sosial sehari-hari. Sementara itu, Friska Hariani Lumban Gaol mengenalkan tiga prinsip Dalihan Na Tolu dari masyarakat Batak (Somba Marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru) yang mengajarkan pentingnya penghormatan, kehati-hatian, serta sikap mengayomi.

Melengkapi pembahasan, Anjeli Anastasya Essing mengulas nilai Sansiote Sampate-Pate dari Talaud yang menegaskan kesetaraan dan solidaritas melalui prinsip “berdiri sama tinggi, duduk sama rata.”

Pemaparan ketiga narasumber tersebut memperlihatkan keterkaitan erat antara kearifan lokal dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Nilai-nilai dasar seperti perlindungan martabat, keharmonisan relasi sosial, dan kesetaraan terbukti menjadi modal sosial yang kokoh untuk membangun tatanan masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan di tingkat daerah.

Mewakili mahasiswa Prodi KPI UIN Salatiga, Ratna Rahmawati bersama Queen Sarah Ahista yang juga merupakan Brand Ambassador UIN Salatiga turut aktif menguatkan pesan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya. Melalui forum ini, melokalkan SDGs ditegaskan bukan sekadar merespons agenda pembangunan di tingkat daerah, melainkan juga menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat untuk mempererat kebersamaan tanpa menghilangkan identitas diri masing-masing.