Salatiga, 19 Oktober 2026. “Membaca Dinamika Kehidupan Masyarakat di Era Modernisasi melalui kehidupan nyata masyarakat di desa Telomoyo dan Kopeng dan Destinasi Wisatanya”.
Pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Salatiga Semester 1 tahun akademik 2026/2027 dibawah bimbingan Dr. Budi Sunarso dalam kegiatan kunjungan luar kelas bertajuk “Kuliah Bahagia dan Berdampak”. Kegiatan ini mengajak mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat untuk belajar Sosiologi bukan sekadar dari buku teks, pembelajaran dari Dosen pengampu mata kuliah semata melainkan dari kehidupan nyata warga masyarakat, agar kegiatan ini juga memberikan kebahagiaan pada mahasiswa diawal kuliahnya disalatiga dan lebih mengenal indah, nyaman dan sejuknya negeri disekitar Salatiga, kegiatan kali ini diarahkan di kawasan Desa Kopeng dan Telomoyo, Kabupaten Magelang, beserta destinasi wisata yang ada di sekitarnya yang dilaksanakan pada 18-19 Oktober 2026.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa diajak mengamati secara langsung bagaimana teknologi, media sosial, ekonomi wisata, gaya hidup, tradisi, dan interaksi sosial memengaruhi kehidupan masyarakat di kawasan destinasi wisata. Desa Kopeng dan Telomoyo dipilih karena merupakan wilayah yang memiliki dinamika sosial menarik: di satu sisi kaya akan tradisi dan kearifan lokal, di sisi lain terus berhadapan dengan arus modernisasi, khususnya melalui sektor pariwisata.
“Kami ingin mahasiswa merasakan langsung bahwa sosiologi itu hidup. Setiap warung, setiap sapaan pedagang, setiap interaksi antara pengunjung dan warga adalah materi pembelajaran yang tidak akan mereka temukan di ruang kuliah,” ujar Bintang Aulia Mufa salahsatu mahasiswa kelas 1B peserta kegiatan.
Sementara Dr. Budi Sunarso sebagai Dosen Pengampu mata kuliah Pengantar Sosiologi menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mencapai sejumlah tujuan pembelajaran, antara lain: mengenali konsep dasar sosiologi melalui kehidupan masyarakat secara langsung; mengidentifikasi bentuk interaksi sosial antara warga, pedagang/ pengusaha, pengelola wisata, dan juga pengunjung; mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pengaruh modernisasi terhadap budaya, perilaku, ekonomi, dan hubungan sosial masyarakat; melatih keterampilan komunikasi mahasiswa dengan wawancara sederhana, observasi, dan kerja kelompok; serta mengemas temuan sosial menjadi laporan kegiatan.

Selama kegiatan, mahasiswa terbagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan observasi dan wawancara sederhana dengan warga, pedagang, hingga pengelola wisata. Mereka mencatat berbagai temuan menarik, mulai dari perubahan pola komunikasi warga akibat media sosial, pergeseran mata pencaharian menuju sektor wisata, hingga bagaimana tradisi lokal tetap dijaga di tengah arus modernisasi.
“Ternyata belajar sosiologi itu menyenangkan. Kami tidak hanya membaca teori, tapi benar-benar melihat bagaimana masyarakat berubah dan beradaptasi. Wawancara dengan pedagang di Kopeng membuka mata saya bahwa modernisasi punya dua sisi: peluang ekonomi sekaligus tantangan bagi tradisi,” ungkap Cut Arlysa Junita mahasiswa kelas 1A peserta kegiatan.
Kegiatan “Kuliah Bahagia dan Berdampak” ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung, kolaborasi, dan refleksi kritis. Hasil temuan lapangan mahasiswa selanjutnya akan dikemas menjadi Laporan dan juga konten edukatif yang menarik serta santun sejalan dengan kompetensi yang dibangun di Program Studi KPI.

Dengan semangat belajar yang bahagia dan berdampak, mahasiswa KPI Semester 1 membuktikan bahwa kelas terbaik untuk memahami masyarakat adalah masyarakat itu sendiri.
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berkomitmen menyelenggarakan pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan berdampak nyata bagi mahasiswa serta masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dibekali kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial yang diperlukan di era modernisasi.
