Magelang – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Salatiga turut mendukung pelaksanaan Pelatihan Manajemen Risiko dan Kesiapsiagaan Darurat di Destinasi Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang melalui Bidang Pariwisata. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Agustus 2026, bertempat di GOR Samapta Sanden Sport Center, Kota Magelang.
Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola destinasi wisata dalam mengenali, mencegah, dan menangani berbagai potensi risiko serta kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan destinasi wisata. Kesiapsiagaan menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.
Kegiatan diikuti oleh sejumlah pengelola destinasi wisata serta perwakilan dari instansi terkait. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek manajemen risiko dan keselamatan, mulai dari membangun budaya keselamatan, mengidentifikasi dan memetakan potensi risiko, menentukan risiko prioritas, menyusun langkah mitigasi, hingga mempersiapkan prosedur penanganan keadaan darurat.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, di antaranya dari Association of Emergency Life Support Indonesia (AELI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), serta Palang Merah Indonesia (PMI). Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui pemaparan teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik dan kegiatan simulatif sehingga peserta dapat memahami penerapan manajemen risiko secara lebih konkret.
Dalam sesi praktik, peserta terlibat dalam penyusunan pemetaan risiko, penentuan risiko prioritas, penyusunan rencana mitigasi, serta penyusunan draf Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan destinasi wisata. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pertolongan pertama sebagai keterampilan dasar yang diperlukan ketika menghadapi kondisi darurat di kawasan wisata.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa PPL UIN Salatiga turut mengambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai penyelenggaraan kegiatan di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam bidang pelayanan publik dan pengelolaan sektor pariwisata.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah kegiatan pelatihan direncanakan, dilaksanakan, dan melibatkan berbagai unsur serta pemangku kepentingan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, berkoordinasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional.
Melalui pelatihan ini, Disporapar Kota Magelang mendorong para pengelola destinasi wisata agar memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi risiko. Kemampuan dalam melakukan identifikasi risiko, mitigasi, serta penanganan keadaan darurat diharapkan dapat menjadi bagian dari pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kapasitas dan kesiapsiagaan pengelola, destinasi wisata di Kota Magelang diharapkan mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik kepada wisatawan. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa PPL UIN Salatiga dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan dinamika dunia kerja dan pelayanan masyarakat secara langsung.
