Mahasiswa PPL UIN Salatiga Turut Dukung Pentasarufan Bantuan Usaha bagi 30 PKL Binaan BAZNAS
Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui pentasarufan bantuan ekonomi produktif yang diselenggarakan BAZNAS Kota Salatiga pada Kamis (23/7) di Kantor Cabang BAZNAS Kota Salatiga, Jl. Tentara Pelajar No. 2, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah UIN Salatiga turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari praktik pembelajaran lapangan sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan dan pentasarufan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Sebanyak 30 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan binaan Dinas Perdagangan Kota Salatiga sekaligus mitra BAZNAS menerima bantuan sarana usaha. Bantuan tersebut meliputi meja, tikar, tempat sampah, seragam kerja, dan celemek yang diharapkan dapat menunjang aktivitas berdagang sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kerapian usaha para penerima manfaat.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas Perdagangan Kota Salatiga, pimpinan BAZNAS Kota Salatiga, Ketua Paguyuban Pedagang, serta para PKL penerima manfaat atau mustahik.
Mahasiswa PPL turut terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pendataan dan verifikasi mustahik, penyiapan bantuan, penataan lokasi, registrasi peserta, proses penyerahan bantuan, hingga dokumentasi. Keterlibatan tersebut membantu kegiatan berjalan lebih tertib sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan verifikasi mustahik, kemudian dilanjutkan pembagian perlengkapan usaha berupa seragam kerja dan celemek. Acara dibuka oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Salatiga, H. Darmanto, S.E., M.P., M.M., dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Dinas Perdagangan serta pimpinan BAZNAS Kota Salatiga. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Salatiga, Ari H. Iswanto, S.Psi., menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan peran dan layanan BAZNAS kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan pembayaran digital yang telah disediakan BAZNAS.
“Kalau misal Bapak Ibu mau ber-ZIS, sudah disediakan QRIS, jadi bisa langsung transfer ke sana,” ujar Ari.
Kemudahan layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS sehingga dana yang terkumpul dapat kembali disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa PPL, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu manajemen dakwah secara langsung, terutama dalam pengelolaan program pemberdayaan berbasis zakat. Mahasiswa juga belajar bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat membutuhkan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Salatiga tidak hanya menghadirkan bantuan untuk mendukung aktivitas ekonomi para PKL, tetapi juga memperkuat semangat pemberdayaan menuju kemandirian, agar mustahik mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
