Fakultas Dakwah UIN Salatiga menyelenggarakan Yudisium Periode Juli 2026 pada Selasa (21/7/2026) di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung KH. Hasyim Ashari. Sebanyak 244 mahasiswa resmi mengikuti prosesi yudisium sebagai penanda selesainya masa studi sebelum mengikuti wisuda.

Peserta yudisium terdiri atas 93 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 34 mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD), 16 mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan 102 mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (PI). Kegiatan dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Dakwah, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Ketua Laboratorium, dosen, serta menghadirkan narasumber Dewi Novitasari, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Salatiga.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi yudisium dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang telah diraih selama menempuh pendidikan di Fakultas Dakwah.
Suasana haru sekaligus penuh semangat terasa saat sesi penyampaian pesan dan kesan mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Widiyaingrum, perwakilan dari Program Studi Manajemen Dakwah, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan akademiknya selama menempuh pendidikan di Fakultas Dakwah UIN Salatiga.
Widiyaingrum berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu delapan semester dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Capaian tersebut menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya selama menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen Dakwah
Ia mengungkapkan bahwa masa perkuliahan di Program Studi Manajemen Dakwah telah memberikan banyak pengalaman berharga, kesempatan untuk berkembang, serta ruang belajar yang mendorong mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
“Kuliah di Prodi Manajemen Dakwah memberikan pengalaman yang seru sekaligus membuka banyak kesempatan bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ungkap Widiyaingrum.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap Fakultas Dakwah terus berkembang menjadi ruang belajar yang semakin maju, adaptif, dan inspiratif bagi seluruh sivitas akademika.
Tak hanya itu, Widiyaingrum turut berpesan kepada seluruh peserta yudisium agar senantiasa mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Semoga ilmu yang kita peroleh dapat diamalkan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Mari terus menjaga nama baik almamater di mana pun kita mengabdi,” pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak yang mulia. Menurutnya, lulusan Fakultas Dakwah dituntut tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga integritas, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
“Jagalah akhlak, junjung tinggi rasa tanggung jawab, dan senantiasa membawa nama baik almamater. Di mana pun Saudara berkarya nanti, masyarakat akan melihat kualitas lulusan Fakultas Dakwah melalui sikap dan perilaku yang ditunjukkan,” pesan Prof. Adang Kuswaya.
Sebagai bekal menghadapi dunia profesional, peserta yudisium juga mendapatkan pembekalan dari Dewi Novitasari, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Salatiga. Dalam materinya bertajuk “Basic Manager Gen Z dalam Dunia Kerja”, ia mengajak para calon wisudawan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Menurut Dewi, generasi Z perlu membangun karakter sebagai pribadi yang positif, atraktif, dan kompetitif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memiliki daya saing yang tinggi. Selain kemampuan teknis, soft skills, komunikasi, etika kerja, dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama dalam meraih kesuksesan karier.
Melalui kegiatan yudisium ini, Fakultas Dakwah UIN Salatiga kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Prosesi yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, menjaga integritas, serta membawa nilai-nilai dakwah dalam kehidupan profesional maupun sosial.
