September 16, 2026
Prokopim Kota Magelang

Kota Magelang – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Salatiga yang sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kota Magelang turut terlibat dalam agenda pembukaan Magelang Fair 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, di Alun-Alun Kota Magelang pada Rabu (8/7/2026) malam.

Magelang Fair 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Magelang sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan dan peluang kerja sama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan bahwa penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan UMKM. Menurutnya, event dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu dengan pasar dan meningkatkan transaksi ekonomi.

“UMKM ditopang oleh event. Tanpa event yang terstruktur, UMKM tidak bisa tumbuh. Karena itu Kota Magelang terus berupaya menciptakan event-event yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Damar.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing UMKM serta membuka peluang lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi Kota Magelang saat ini mencapai sekitar 5,96 persen dan berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Tengah.

Damar berharap Magelang Fair dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dan investor, sekaligus mempertemukan kreativitas dengan pasar sehingga dapat menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Kota Magelang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Magelang, Syaifullah, menjelaskan bahwa Magelang Fair 2026 diikuti sekitar 120 stan. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Magelang, kementerian dan lembaga pemerintah pusat, pelaku UMKM, perguruan tinggi, hingga perusahaan dan peserta dari sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Jawa.

“Magelang Fair menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus memperluas jejaring usaha dan kolaborasi antarpelaku ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Magelang,” jelas Syaifullah.

Magelang Fair 2026 menghadirkan beragam kegiatan, antara lain pameran produk unggulan daerah, pameran UMKM dan industri, pameran pendidikan dan startup, business matching, serta fasilitasi pembiayaan usaha melalui kerja sama dengan sektor perbankan.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pelayanan publik, Magelang Food Festival, pentas seni dan budaya, sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), temu usaha Koperasi Desa Merah Putih, program UMKM Cerdas Digital, serta sosialisasi berbagai program kementerian dan lembaga yang terlibat.

Bagi mahasiswa PPL Prodi KPI UIN Salatiga, keterlibatan dalam pembukaan Magelang Fair 2026 menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pemerintahan. Mahasiswa turut belajar mengenai pelaksanaan kegiatan resmi, komunikasi publik, koordinasi, dokumentasi, serta tata kerja keprotokolan.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang komunikasi publik, kehumasan, penyiaran, dan dokumentasi. Pengalaman terlibat dalam agenda pemerintahan secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan bekerja secara profesional.

Melalui PPL di Prokompim Kota Magelang, mahasiswa Prodi KPI UIN Salatiga memperoleh pengalaman lapangan yang mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik komunikasi di lingkungan pemerintahan. Keterlibatan dalam Magelang Fair 2026 menjadi salah satu pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi dan penyiaran.