Setelah mengikuti serangkaian tahapan seleksi, Raihan Jabran (KPI) dan Masayu Sekar Kinaryosih (PI) akhirnya berhasil menyisihkan kandidat lain dan melenggang ke luar negeri dalam program unggulan International Mobility Program (IMOP) 2026 pada 15-19 September 2026. Kegiatan diawali dengan pembekalan pre-departure pada Senin, 15 September 2026 di Kampus 3 UIN Salatiga. Negara yang dituju program IMOP tahun ini adalah Malaysia.
Ketua LP2M Bapak Dr. Hammam, M.Pd., Ph.D. menegaskan esensi program ini, “IMOP bukan sekadar program jalan-jalan atau healing, melainkan sebuah gerbang serta peluang bagi mahasiswa untuk membuka jalan lebih luas di dunia akademik internasional. Evaluasi tahun lalu yang mengunjungi dua negara dirasa belum maksimal, sehingga tahun ini kita fokuskan di Malaysia.”
Rektor UIN Salatiga Bapak Prof. Zakiyuddin, M.Ag. turut memberikan arahan untuk perluasan program, “Ke depan peserta harus lebih banyak. Kita perluas ke Thailand, seperti Krirk University dan Chulalongkorn University. Bahkan Al-Azhar Mesir sekarang sudah memiliki Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sehingga butuh pengajar BIPA dari UIN Salatiga.”
Kepala Pusat Kerjasama Internasional Marisa Fran Lina, M.Pd. dalam pembekalannya menekankan kesiapan teknis dan tanggung jawab pasca program berupa penyusunan book chapter dan partisipasi dalam lima kegiatan resmi KUI. Delegasi kemudian bertolak ke Kuala Lumpur pada Selasa, 16 September 2026.
