Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi semakin bermakna ketika mampu diterapkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Hal itulah yang tercermin dalam perjalanan Eko Prasetyo Fatkhurohman, S.Sos., alumni Program Studi Manajemen Dakwah UIN Salatiga konsentrasi Manajemen Haji dan Umrah

Eko menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen Dakwah UIN Salatiga pada 2018–2023. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi penting bagi kiprahnya di bidang pelayanan haji dan umrah, bidang yang hingga kini masih digelutinya.
Bagi Eko, bekerja di bidang haji dan umrah bukan sekadar menjalankan tugas profesional. Ada tanggung jawab pelayanan yang harus diberikan kepada jamaah agar proses perjalanan ibadah dapat berlangsung dengan nyaman dan baik. Dalam CV-nya, Eko menegaskan bahwa dirinya memiliki pengalaman dalam manajemen administrasi, manajemen manasik haji dan umrah, handling jamaah di Indonesia dan Arab Saudi, serta pelayanan prima kepada jamaah.
Sejak Mei 2022, Eko bergabung sebagai Staff Administrasi dan Handling Wali Wisata Mabrur. Dalam posisi tersebut, ia menangani berbagai kebutuhan administrasi jamaah, mulai dari persyaratan pembuatan paspor, visa, hingga dokumen pendukung lainnya.
Tidak berhenti pada urusan administratif, Eko juga terlibat langsung dalam pelayanan jamaah selama keberangkatan di Indonesia maupun Arab Saudi. Ia turut memberikan konsultasi mengenai haji dan umrah, baik dari sisi teori maupun teknis di lapangan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan keterkaitan yang kuat antara kompetensi yang dipelajari di Manajemen Dakwah dengan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan mengelola administrasi, memahami tata kelola pelayanan, berkomunikasi, serta memberikan pendampingan kepada jamaah menjadi bagian penting dalam profesinya.Aktif Berorganisasi, Terlatih Memimpin dan Berkomunikasi
Menariknya, kiprah Eko juga berkembang di bidang pendidikan. Sejak Juli 2023, ia tercatat sebagai Staff Tata Usaha SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Di lingkungan sekolah, ia menangani pelayanan administrasi bagi wali siswa, tabungan siswa, peserta didik baru, pengelolaan administrasi sekolah, hingga pendampingan ekstrakurikuler siswa.
Dua ruang pengabdian tersebut—pelayanan jamaah dan administrasi pendidikan—menunjukkan bahwa kompetensi Manajemen Dakwah memiliki ruang penerapan yang luas. Kemampuan manajerial dan pelayanan tidak hanya dibutuhkan dalam satu bidang, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai lingkungan profesional.
Bagi Eko, pelayanan prima menjadi prinsip yang terus ia pegang. Ia menyampaikan tekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada klien dengan menjadikan kenyamanan dan kepuasan klien sebagai hal yang utama.
Perjalanan Eko menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan Manajemen Dakwah tidak berhenti pada ruang kelas. Bekal keilmuan, pengalaman organisasi, serta kemampuan mengelola pelayanan dapat menjadi modal bagi alumni untuk terjun dan berkembang di tengah masyarakat.
Dari mengelola administrasi hingga mendampingi jamaah di Indonesia dan Arab Saudi, Eko Prasetyo menunjukkan bahwa ilmu Manajemen Dakwah dapat hadir dalam bentuk pelayanan nyata. Sebuah perjalanan alumni yang mengajarkan bahwa profesionalitas bukan hanya tentang pekerjaan yang dilakukan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
