September 22, 2026
Foto

Salatiga – Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Melokalkan SDGs: Yang Muda Yang Bicara” dengan mengusung tema “Anak Bicara, Salatiga Menjaga: Putus Rantai Pernikahan Usia Anak, Selamatkan Generasi.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Ruang Plumpungan, Lantai 4 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan implementasi kolaborasi antara mahasiswa MBKM Prodi KPI UIN Salatiga dengan Pemerintah Kota Salatiga (Bappeda) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Melalui forum ini, generasi muda diajak untuk menjadi agen perubahan dengan menyuarakan gagasan dan kepedulian terhadap upaya pencegahan pernikahan usia anak.

Acara dihadiri oleh Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si., selaku Kepala BAPPEDA Kota Salatiga, Aziz Muslim, selaku Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) BAPPEDA Kota Salatiga, serta RM. Suryo Sakti Hadiwijoyo, S.Si., M.H., selaku Perencana Ahli Muda BAPPEDA Kota Salatiga. Hadir pula Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, RR. Wuri Arenggoasih, M.I.Kom., Sekretaris Program Studi KPI; Avin Wimar Budyastomo, M.Kom., mahasiswa MBKM Prodi KPI (Rizqina Kamalia Aini, Hanifa Dhea Khairunisa, Ristia Nisfiatul Istiqomah, dan Amir Saddad Aufa), serta puluhan peserta undangan yang berasal dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Salatiga.

Dalam sambutannya, Kepala BAPPEDA Kota Salatiga menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa MBKM Prodi KPI UIN Salatiga yang mampu menghadirkan ruang edukasi dan dialog bagi generasi muda mengenai pentingnya perlindungan anak serta pencegahan pernikahan usia anak. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi mengenai kondisi dan tantangan pencegahan pernikahan usia anak di Kota Salatiga, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Salatiga. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan gagasan yang disampaikan terkait upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja secara optimal.

Melalui kegiatan “Melokalkan SDGs: Yang Muda Yang Bicara”, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga hak-hak anak, melanjutkan pendidikan, serta menolak praktik pernikahan usia anak. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Salatiga yang ramah anak serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).