gabungan

Salatiga – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Salatiga melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga menyelenggarakan Forum Suara Muda untuk Membumikan SDGs Batch 1 bertajuk “Muda Bertindak, Salatiga Bergerak”. Kegiatan berlangsung di Ruang Plumpungan, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga.

Forum tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus dialog partisipatif bagi generasi muda untuk mengenal Sustainable Development Goals (SDGs) serta memahami keterkaitannya dengan berbagai persoalan pembangunan di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya meningkatkan literasi SDGs di kalangan generasi muda. Meskipun Kota Salatiga tercatat memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 86,23 pada 2025, yang disebut sebagai capaian tertinggi di Jawa Tengah, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang berkaitan dengan agenda SDGs. Persoalan tersebut antara lain kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan mental, pendidikan, kesetaraan gender, serta pembangunan kota yang berkelanjutan.

Sebagai koordinator pelaksanaan SDGs di tingkat daerah, Bappeda Kota Salatiga memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan. Melalui Forum Suara Muda, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses dialog dan penyampaian aspirasi terkait pembangunan daerah.

Kegiatan dikemas dengan pendekatan partisipatif dan interaktif. Peserta mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari ice breaking “Siapa Aku, Goals Mana Aku?”, permainan SDGs Treasure Hunt, kuis interaktif, hingga Focus Group Discussion (FGD). Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membantu peserta menghubungkan berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari dengan 17 tujuan SDGs.

Pada sesi FGD, peserta berdiskusi mengenai sejumlah isu strategis, seperti kesehatan mental, pendidikan, kesetaraan gender, dan pembangunan kota berkelanjutan. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lainnya sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan pandangan mereka.

Forum juga dilengkapi dengan sesi pleno serta tanggapan dari Bappeda Kota Salatiga. Sesi tersebut menjadi ruang dialog antara generasi muda dan pemerintah daerah sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif mengenai berbagai persoalan pembangunan di tingkat lokal.

Forum Suara Muda menyasar pelajar SMA/SMK di Kota Salatiga dengan rentang usia 15–18 tahun. Selain peserta dari sejumlah sekolah, kegiatan ini menghadirkan mahasiswa MBKM KPI UIN Salatiga sebagai narasumber sekaligus bagian dari tim pelaksana. Kegiatan turut didukung mahasiswa UKSW sebagai pembawa acara (MC) dan tim dokumentasi, dengan fasilitasi dari Bidang Kesejahteraan Rakyat (Perkesra) Bappeda Kota Salatiga.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KPI Fakultas Dakwah UIN Salatiga dalam mengimplementasikan kompetensi komunikasi di ruang publik. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebatas mendukung teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses komunikasi pembangunan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI memperoleh pengalaman dalam merancang dan mengelola komunikasi publik, memfasilitasi diskusi, menyampaikan informasi, serta membangun interaksi dengan masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman melalui program MBKM.

Forum Suara Muda untuk Membumikan SDGs diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda bahwa SDGs bukan sekadar agenda pembangunan global, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di tingkat lokal.

Lebih dari sekadar memahami isu pembangunan, forum ini diharapkan mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, berdialog dengan pemangku kepentingan, serta mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan Kota Salatiga yang inklusif dan berkelanjutan.