Picture1

Salatiga, 4 November 2025 – Semangat kolaborasi lintas disiplin kembali ditunjukkan oleh mahasiswa UIN Salatiga dalam ajang Annual International Interdisciplinary Conference and Research Expo (AIICARE) 2025. Kegiatan ilmiah bergengsi yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Salatiga pada 3–4 November 2025 di Laras Asri Hotel ini mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai negara dengan tema sentral “Approaches to Sustainability: Bridging Science, Society, and Culture.”

Partisipasi aktif mahasiswa menjadi bukti nyata peran strategis generasi muda kampus dalam mengintegrasikan sains, teknologi, serta perspektif sosial-budaya. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari tim kolaboratif mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Sains Data, dan Sejarah Peradaban Islam (SPI).

Tim presenter terdiri dari:

  1. Muhammad Nabil Burhan Tafsir (NIM 43050250066), Teknologi Informasi, Semester 1
  2. Triyana Oktaviani (NIM 53010230038), Sejarah Peradaban Islam, Semester 5
  3. Bintang Gilangkasa Syailendra (NIM 23090230002), Sains Data, Semester 5
  4. Muhamad Kharel Putra Pradana (NIM 23090250017), Sains Data, Semester 1

Mereka mengangkat tema inovatif berjudul “Optimalisasi Penggunaan Lua dalam Game Online Roblox dalam Kegiatan Sosialisasi Kampus UIN Salatiga.” Presentasi ini mengeksplorasi pemanfaatan bahasa pemrograman Lua pada platform Roblox sebagai media kreatif untuk sosialisasi kampus, edukasi digital, serta pendekatan komunikasi interaktif kepada generasi muda.

Melalui pendekatan berbasis teknologi dan analisis data, tim menunjukkan bagaimana ekosistem game dapat bertransformasi menjadi sarana strategis untuk promosi institusi, simulasi edukatif, dan penguatan literasi digital. Gagasan tersebut merefleksikan sinergi antara keilmuan Teknologi Informasi, Sains Data, dan kajian sosial-humaniora yang relevan dengan tantangan komunikasi era digital.

Selain itu, kontribusi mahasiswa Sains Data juga terlihat melalui berbagai topik keberlanjutan. Presentasi mengenai “Culture as the Fourth Pillar of Sustainable Development” menegaskan pentingnya dimensi budaya dalam pembangunan berkelanjutan, melengkapi pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan.

AIICARE 2025 menjadi panggung yang memperlihatkan kapasitas intelektual mahasiswa UIN Salatiga dalam menghadirkan solusi kreatif, aplikatif, dan kontekstual. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai ruang tumbuhnya inovasi dan kolaborasi ilmiah.

Keikutsertaan mahasiswa lintas program studi ini diharapkan semakin mempertegas komitmen akademik UIN Salatiga dalam mengembangkan keilmuan berbasis teknologi, riset interdisipliner, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semoga ke depan Program Studi Teknologi Informasi terus menjadi wadah pengembangan keilmuan berbasis teknologi bagi seluruh mahasiswa dan civitas academica UIN Salatiga.”