IMG_9038

Surakarta — Fakultas Dakwah menggelar Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Pendidikan Inklusif pada tanggal 10–12 Februari 2025 bertempat di Hotel Sunan Solo. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Imas Maesaroh, M.Lib., Ph.D., yang memberikan penguatan konseptual dan praktis terkait pengembangan pembelajaran inklusif di perguruan tinggi.

Workshop ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah, Wakil Dekan I, II, dan III, para Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), serta seluruh dosen pengampu mata kuliah di lingkungan Fakultas Dakwah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang adaptif, responsif, dan proposional.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah Adang Kuswaya menegaskan pentingnya penyusunan RPS yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mengakomodasi keberagaman latar belakang, kebutuhan, dan karakteristik mahasiswa. Pendidikan inklusif dipandang sebagai pendekatan strategis dalam mewujudkan proses pembelajaran yang setara dan berorientasi pada student-centered learning.

Prof. Imas Maesaroh dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar memberikan akses, tetapi memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal. Beliau menekankan pentingnya desain pembelajaran yang fleksibel, penggunaan metode evaluasi yang beragam, serta penyusunan capaian pembelajaran yang mempertimbangkan prinsip universal design for learning (UDL).

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Abdul Aziz Nugraha juga menyampaikan pentingnya setiap Dosen menyusun RPS secara mandiri, dan bertanggung jawab sesuai dengan kurikulum program studi. Beliau menegaskan bahwa RPS dan kurikulum prodi merupakan instrumen akademik yang saling terintregasi dan menjadi fondasi utama dalam menjamin mutu lulusan. Oleh karena itu, dosen diharapkan tidak hanya memahami substansi kurikulum, namun juga mampu menerjemahkannya secara operasional dalam bentuk RPS yang terstruktur, terukur dan selaras dengan visi keilmuan program studi.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta workshop mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi kelompok program studi, serta praktik langsung penyusunan dan revisi RPS masing-masing mata kuliah. Peserta melakukan review dan refleksi bersama guna memastikan RPS yang disusun telah mengintegrasikan prinsip inklusivitas dalam aspek tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, media, hingga sistem penilaian.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen RPS yang lebih adaptif dan implementatif, sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Dakwah dalam menghadirkan proses pembelajaran yang humanis, ramah keberagaman, dan selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu dan inklusivitas.

Melalui workshop ini, Fakultas Dakwah menunjukkan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas akademik serta membangun budaya pembelajaran yang inklusif di lingkungan perguruan tinggi.