SALATIGA – Program Studi Teknologi Informasi (TI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan dan pemenuhan standar akreditasi melalui pelibatan pakar eksternal. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penyelenggaraan IT SAGA Webinar bertajuk “Smart Ways to Grow Your Skills” yang dilaksanakan secara daring pada Rabu, 10 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi ahli, Waspodo Dumadi, yang merupakan perwakilan dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mengusung tema “Implementasi Teknis & AI dalam Pengembangan Web”, webinar ini dirancang sebagai implementasi program Praktisi Mengajar, di mana mahasiswa mendapatkan ilmu langsung dari ahli yang berkecimpung di dunia industri dan teknis.
Dalam paparan materinya, Waspodo Dumadi mengupas tuntas tiga poin krusial yang menjadi kebutuhan industri teknologi saat ini, yaitu teknik coding yang efisien dan skalabel, optimalisasi algoritma, serta pemanfaatan Generative AI dalam pengembangan perangkat lunak.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi UIN Salatiga, Juwita Artanti Kusumaningtyas, M.Cs., menjelaskan bahwa pelibatan praktisi dalam perkuliahan seperti ini memiliki dua tujuan strategis.
”Pertama, ini adalah upaya kami untuk memperkaya wawasan mahasiswa agar tidak hanya paham teori, tetapi juga mengerti tren teknis terbaru seperti integrasi AI dalam web development. Kedua, kegiatan ini merupakan langkah konkret Prodi TI dalam menunjang borang akreditasi, khususnya pada standar kerjasama dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui transfer knowledge dari pakar eksternal,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari padatnya ruang virtual Zoom Meeting selama sesi berlangsung pukul 12.30 hingga 14.00 WIB. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai bagaimana Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar tren, melainkan alat bantu utama yang harus dikuasai oleh calon developer masa depan.
Dengan terselenggaranya IT SAGA Webinar ini, Prodi TI UIN Salatiga berharap dapat terus mencetak talenta digital yang adaptif, kompetitif, dan siap terjun ke dunia kerja profesional, sekaligus memperkuat posisi prodi dalam penilaian akreditasi mendatang.