October 19, 2026
ff9d4ca4-60ed-4ab9-9c77-c999a60b76b4

TANGERANG – Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah UIN Salatiga, melakukan kunjungan ilmiah dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. Kunjungan ini difokuskan pada observasi mendalam mengenai implementasi psikologi dalam proses rehabilitasi anak yang berhadapan dengan hukum.

Dipimpin oleh jajaran dosen pembimbing, rombongan mahasiswa disambut hangat oleh pihak Lapas Anak Pria Tangerang. Fokus utama dari kunjungan ini adalah memahami bagaimana pendekatan psikologis berbasis nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam pemulihan mental para remaja di sana.

Untuk memahami resiliensi dan kesehatan mental anak binaan,
Dalam kunjungan ini, mahasiswa melakukan observasi terhadap berbagai program pembinaan yang mengedepankan aspek humanis. Diskusi panel yang digelar bersama staf ahli psikologi LPKA mengungkap tantangan-tantangan nyata di lapangan, seperti penanganan trauma sebagai upaya mengatasi dampak psikologis dari proses hukum yang dijalani anak. Manajemen emosi juga menjadi tehnik pengendalian kemarahan dan impulsivitas pada remaja pria. Sementara itu, pendekatan spiritual menjadi nilai-nilai keagamaan sekaligus sebagai menjadi support systemutama dalam membangun resiliensi (ketangguhan) mental.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di buku teks, tetapi melihat langsung bagaimana dinamika kejiwaan anak-anak di sini. Psikologi Islam hadir untuk memberikan sentuhan kalbu dalam proses perbaikan perilaku,” ujar salah satu dosen pendamping.

Mahasiswa berkesempatan meninjau beberapa blok hunian dan ruang konseling. Mereka mengamati bagaimana LPKA Kelas I Tangerang menggabungkan antara terapi perilaku dengan pendidikan karakter. Beberapa poin penting yang dicatat mahasiswa diantaranya
Pola komunikasi sebagai cara petugas membangun hubungan kepercayaan (trust) dengan anak binaan.
Poin berikutnya adalah mengupayakan terciptanya lingkungan terapeutik sebagai fasilitas pendukung terhadap stabilitas emosi anak.Sedangkan poin terakhir adalah
Program pasca-bina sebagai persiapan mental anak untuk kembali ke keluarga dan masyarakat (reintegrasi sosial).


Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa Psikologi Islam UIN Salatiga untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesehatan mental remaja di lembaga pemasyarakatan. Pihak LPKA Tangerang juga menyambut baik masukan-masukan teoritis dari perspektif Psikologi Islam yang dibawa oleh para akademisi.


Pihak LKPA Tangerang melalui juru bicaranya menambahkan pentingnya memberi kesempatan bagi anak binaan yang kembali ke keluarga dan masyarakat. Stigmatisasi buruk dari keluarga dan masyarakat akan membuat anak binaan menjadi semakin terpuruk dan terisolasi sehingga dapat menyebabkan anak binaan melakukan kesalahan yang sama dan kembali ke LKPA yang dianggap lebih bisa menerima keberadaan mereka.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, dimana mahasiswa berbagi temuan lapangan yang akan disusun menjadi laporan komprehensif sebagai syarat kelulusan mata kuliah KKL.