{"id":587,"date":"2026-10-15T09:00:13","date_gmt":"2026-10-15T09:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/?p=587"},"modified":"2026-10-16T02:29:44","modified_gmt":"2026-10-16T02:29:44","slug":"bukan-sekadar-teori-mahasiswa-pmi-timba-ilmu-pengetahuan-pengalaman-kewirausahaan-dan-bisnis-berbasis-komunitas-di-lapangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-pmi-timba-ilmu-pengetahuan-pengalaman-kewirausahaan-dan-bisnis-berbasis-komunitas-di-lapangan\/","title":{"rendered":"Bukan Sekadar Teori: Mahasiswa PMI Timba Ilmu, Pengetahuan &amp; Pengalaman Kewirausahaan dan Bisnis Berbasis Komunitas di Lapangan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SALATIGA, <\/strong>15 Oktober 2026 \u2014 Ruang kelas tidak selalu berdinding tembok. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Dr. Budi Sunarso, dosen Fakultas Dakwah UIN Salatiga, dalam mengampu mata kuliah Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis Berbasis Komunitas. Baginya, ilmu kewirausahaan tidak cukup hanya dipelajari dari buku teks dan slide presentasi. Mahasiswa harus menyentuh langsung realitas kehidupan masyarakat, merasakan denyut nadi usaha kecil, dan memahami bagaimana bisnis tumbuh dari akar komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktik itulah yang ia tanamkan secara konsisten sejak menjadi dosen. Dalam setiap mata kuliah yang diampunya, ia selalu menyelipkan kegiatan kuliah lapangan. &#8220;Saya ingin mahasiswa tidak hanya pintar secara teoritis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan praktis. Mereka harus tahu bagaimana masyarakat nyata berjuang membangun ekonomi dari bawah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"501\" height=\"318\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-2.png\" alt=\"Dokumentasi Foto Bersama Pengurus\/ pengelola Kewirausahaan Bumdes \" class=\"wp-image-589\" style=\"width:501px;height:auto\" title=\"Dokumentasi Foto Bersama Pengurus\/ pengelola Kewirausahaan Bumdes \" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-2.png 501w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-2-300x190.png 300w\" sizes=\"(max-width: 501px) 100vw, 501px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dokumentasi Foto Bersama Pengurus\/ pengelola Kewirausahaan Bumdes<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Semangat itu kembali diwujudkan dalam kuliah lapangan yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah UIN Salatiga Semester 5 (lima) Tahun Akademik 2026\/2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu\u2013Kamis, 14\u201315 Oktober 2026, dengan lokasi yang berbeda namun saling melengkapi: Kampus Kopi Banyuanyar Boyolali dan Urban Farming Kembang Arum Sidomukti Salatiga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Belajar dari Bumi Banyuanyar Boyolali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di Kampus Kopi Banyuanyar&nbsp; Boyolali, mahasiswa disambut hangat oleh pengelola usaha kepala desa Bpk. Komarudin, S.T. dan beberapa komunitas pengelola usaha (Bumdes),&nbsp; antusiasme terpancar dari kedua belah pihak. Para mahasiswa tidak sekadar mendengar paparan, tetapi diajak melihat langsung proses produksi, mengamati rantai nilai, dan berdiskusi tentang tantangan serta peluang bisnis berbasis komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Beragam sektor usaha dipelajari dalam kunjungan ini. Mulai dari <strong>Biofarmaka<\/strong> yaitu budidaya tanaman obat-obatan yang bernilai ekonomi tinggi, hingga <strong>budidaya lebah<\/strong> yang menghasilkan madu dan produk turunannya. Mahasiswa juga mengeksplorasi <strong>ekonomi kreatif<\/strong>, melihat bagaimana nilai tambah diciptakan dari ide dan inovasi. Tidak ketinggalan, <strong>olahan susu sapi<\/strong> menjadi contoh nyata bagaimana bahan baku lokal diubah menjadi produk bernilai jual.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang tak kalah menarik, mahasiswa menyaksikan langsung produksi <strong>kopi robusta<\/strong> dan <strong>kopi nangka liberika<\/strong> dua varian kopi yang menunjukkan kekayaan potensi lokal Boyolali. Sementara itu, olahan <strong>jahe<\/strong> dan <strong>jamur tiram<\/strong> memperlihatkan bagaimana komoditas sederhana bisa menjadi produk bernilai tambah yang menyejahterakan komunitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"276\" height=\"331\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-590\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-3.png 276w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/PMI-3-250x300.png 250w\" sizes=\"(max-width: 276px) 100vw, 276px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengurus\/ pengelola Kewirausahaan Bumdes Kampus Kopi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8220;Di sini kami belajar bahwa bisnis berbasis komunitas bukan sekadar mencari untung, tetapi juga bagaimana melibatkan warga, memanfaatkan potensi lokal, dan menciptakan dampak sosial,&#8221; ungkap Annisa Handayani salah satu mahasiswa ketua rombongan peserta kuliah lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menyelami Inovasi Urban Farming<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan berlanjut keesokan harinya, Kamis, 15 Oktober 2026, di Urban Farming Kembang Arum, Sidomukti, Salatiga. Jika hari pertama lebih banyak menyentuh sektor agribisnis dan olahan pangan, hari kedua ini membuka mata mahasiswa pada inovasi pertanian perkotaan yang semakin relevan di era keterbatasan lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa mempelajari <strong>hidroponik<\/strong> dan <strong>pertanian organik<\/strong>, dua metode budidaya yang ramah lingkungan dan efisien. Mereka juga diajak memahami <strong>budidaya lele<\/strong> yang menjadi salah satu tulang punggung usaha akuakultur skala rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"556\" height=\"325\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-3-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-599\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-3-1.png 556w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-3-1-300x175.png 300w\" sizes=\"(max-width: 556px) 100vw, 556px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dokumentasi Foto kuliah lapangan pengelola Kewirausahaan dan Pengembangan bisnis komunitas di Urban Farming Kembang arum Sidomukti Salatiga<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Yang paling menarik perhatian adalah pengenalan <strong>Maggot BSF (Black Soldier Fly)<\/strong>\u2014lalat tentara hitam yang larvanya mampu mengurai sampah organik dan menghasilkan pakan ternak bernilai tinggi. Dari proses ini lahir <strong>kasgot<\/strong> (bekas maggot) yang menjadi pupuk organik berkualitas. Mahasiswa juga belajar tentang <strong>budidaya ayam<\/strong>, serta <strong>nutrisi AB Mix<\/strong> yang menjadi kunci keberhasilan hidroponik.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini pengalaman yang luar biasa. Kami tidak hanya tahu teorinya, tapi melihat langsung bagaimana siklus ekonomi dan ekologi bisa berjalan beriringan,&#8221; ujar mahasiswa lainnya dengan mata berbinar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keterbukaan Pengelola: Harapan untuk Generasi Muda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kedua lokasi kuliah lapangan ini menunjukkan keterbukaan luar biasa dari para pengelola usaha. Mereka tidak hanya menerima kunjungan, tetapi juga berbagi pengetahuan, pengalaman, bahkan tantangan yang mereka hadapi. Harapan besar disampaikan agar kunjungan ini membawa manfaat nyata bagi generasi milenial dan generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami senang sekali dikunjungi mahasiswa. Semoga ilmu yang mereka dapat di sini bisa menjadi bekal untuk membangun usaha sendiri atau setidaknya memberi perspektif baru tentang pentingnya ekonomi berbasis komunitas,&#8221; ujar salah satu pengelola Kampus Kopi Banyuanyar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"475\" height=\"328\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-598\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-4.png 475w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-4-300x207.png 300w\" sizes=\"(max-width: 475px) 100vw, 475px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Senada dengan itu, Pak Totok dan ibu Wulan sebagai pemilik dan pengelola Urban Farming Kembang Arum berharap kolaborasi semacam ini terus berlanjut. &#8220;Anak-anak muda harus tahu bahwa pertanian dan peternakan itu bisa modern, menguntungkan, dan berdampak. Jangan takut untuk terjun ke sektor ini,&#8221; pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendidikan yang berdampak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak harus selalu berkutat pada ranah teoretis. Ketika mahasiswa diajak keluar dari zona nyaman dan berinteraksi langsung dengan realitas masyarakat, pembelajaran menjadi jauh lebih bermakna. Mereka tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga tentang empati, kolaborasi, dan keberlanjutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"332\" height=\"332\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-600\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-5.png 332w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-5-300x300.png 300w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/10\/pmi-5-150x150.png 150w\" sizes=\"(max-width: 332px) 100vw, 332px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, kuliah lapangan ini sejalan dengan visi mencetak lulusan yang mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami bisnis berbasis komunitas secara langsung, mahasiswa diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi umat yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kesejahteraan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Budi Sunarso menegaskan bahwa ia akan terus mengawal metode pembelajaran seperti ini. &#8220;ia berusaha konsisten kuliah lapangan senantiasa akan selalu ada, karena di situlah diharapkan mahasiswa benar-benar belajar tentang kehidupan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan nyata pada masyarakat&#8221;, tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan semangat sungguh-sungguh dan pengalaman yang telah ditimba, para mahasiswa PMI UIN Salatiga kini membawa pulang lebih dari sekadar catatan kuliah. Mereka membawa inspirasi, wawasan, dan tekad untuk menjadi bagian dari solusi bagi persoalan ekonomi dan sosial di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan sekadar teori inilah pendidikan yang berdampak, yang menyiapkan generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan dari akar rumput. <em>(Redaksi&#8230;&#8230;.)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SALATIGA, 15 Oktober 2026 \u2014 Ruang kelas tidak selalu berdinding tembok. Itulah prinsip yang dipegang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":588,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-prodi-pmi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=587"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":602,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/587\/revisions\/602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}