{"id":577,"date":"2026-06-24T03:50:00","date_gmt":"2026-06-24T03:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/?p=577"},"modified":"2026-07-24T03:56:30","modified_gmt":"2026-07-24T03:56:30","slug":"peta-risiko-bencana-dan-tingkat-kecemasan-warga-jadi-luaran-pengabdian-prodi-pmi-dan-pi-uin-salatiga-di-kawasan-rawa-pening","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/peta-risiko-bencana-dan-tingkat-kecemasan-warga-jadi-luaran-pengabdian-prodi-pmi-dan-pi-uin-salatiga-di-kawasan-rawa-pening\/","title":{"rendered":"Peta Risiko Bencana dan Tingkat Kecemasan Warga Jadi Luaran Pengabdian Prodi PMI dan PI UIN Salatiga di Kawasan Rawa Pening"},"content":{"rendered":"\n<p>Komitmen UIN Salatiga dalam mendukung pembangunan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dipimpin oleh Saipullah Hasan bersama 13 mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dan Psikologi Islam Fakultas Dakwah, tim pengabdian melaksanakan penyusunan Disaster Risk Mapping (Pemetaan Risiko Bencana) berbasis partisipasi selama tiga bulan sebagai upaya memperkuat mitigasi banjir di kawasan Rawa Pening. Kegiatan ini menghasilkan peta zonasi risiko bencana dan peta tingkat kecemasan masyarakat yang akan dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan Desa Tangguh Bencana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-2-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-578\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses pemetaan risiko bencana. Selama pelaksanaan kegiatan, tim melibatkan seluruh kepala dusun di Desa Candirejo, perwakilan ketua RT, serta warga yang terdampak banjir dalam setiap tahapan, mulai dari observasi lapangan, <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD), wawancara mendalam, survei, hingga pemetaan partisipatif. Pendekatan ini menghasilkan data yang tidak hanya akurat secara akademik, tetapi juga mencerminkan pengalaman, pengetahuan lokal, dan kondisi nyata masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan kualitas hasil pemetaan, tim juga memperoleh pendampingan teknis dari Abdurrahman Saleh sebagai ahli teknisi aplikasi QGIS (Quantum Geographic Information System). Pendampingan tersebut meliputi pengolahan data spasial, digitalisasi peta, analisis zonasi risiko, hingga penyusunan Disaster Risk Mapping yang akurat dan dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam perencanaan mitigasi bencana di tingkat desa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-1024x724.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-579\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-300x212.jpg 300w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-768x543.jpg 768w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-1536x1086.jpg 1536w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/Peta-Risiko-Bencana-Desa-Candirejo-Preview-1_page-0002-2048x1448.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah Desa Candirejo terbagi ke dalam tiga tingkat risiko, yaitu zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Zona merah merupakan wilayah dengan tingkat risiko banjir tertinggi karena paling sering terdampak luapan Rawa Pening. Zona kuning menunjukkan wilayah dengan tingkat risiko sedang, sedangkan zona hijau merupakan wilayah dengan risiko rendah yang direkomendasikan sebagai kawasan pendukung mitigasi maupun titik evakuasi saat terjadi bencana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"728\" height=\"546\" src=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-580\" srcset=\"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster.jpg 728w, https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/07\/diaster-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 728px) 100vw, 728px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain memetakan kondisi fisik wilayah, tim pengabdian juga melakukan pemetaan tingkat kecemasan masyarakat terhadap ancaman banjir. Hasil wawancara menunjukkan bahwa saat banjir besar tahun 2020, sebagian besar warga mengalami kepanikan dan ketakutan karena khawatir debit air terus meningkat dan membahayakan keselamatan. Kepala Dusun Kumpulrejo, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa kepanikan warga muncul ketika kondisi banjir terus membesar dan cuaca belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal serupa juga dirasakan oleh Ibu Ummi Kulsum, warga Dusun Klego RT 03, yang mengaku mengalami ketakutan pada hari pertama banjir karena khawatir genangan tidak segera surut dan berlangsung dalam waktu yang lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun banjir telah berlalu, sebagian warga masih merasakan kecemasan setiap kali hujan deras turun atau pada malam hari karena khawatir banjir kembali terjadi. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat bersama pemerintah desa mengaktifkan kembali kegiatan pos kamling sebagai sarana pemantauan lingkungan dan sistem peringatan dini apabila terjadi peningkatan debit air.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan masyarakat berangsur menurun seiring dengan berkurangnya tingkat kerentanan wilayah. Berbagai upaya mitigasi, seperti pembangunan dan penguatan tebing sungai, meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat, serta sistem pemantauan lingkungan yang lebih baik memberikan rasa aman yang lebih besar kepada warga. Dampaknya, beberapa wilayah yang sebelumnya berada pada zona kuning kini berubah menjadi zona hijau berdasarkan hasil pemetaan risiko. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan tingkat kerentanan tidak hanya meningkatkan keamanan fisik masyarakat, tetapi juga berdampak pada meningkatnya ketahanan psikologis (<em>psychological resilience<\/em>) warga dalam menghadapi ancaman banjir.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Saipullah Hasan, keunggulan kegiatan ini terletak pada integrasi antara pemetaan spasial dan kajian psikososial dalam satu dokumen perencanaan desa.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Selama ini pemetaan bencana umumnya hanya berfokus pada kondisi fisik wilayah. Melalui pengabdian ini, kami juga memetakan tingkat kecemasan masyarakat sehingga pemerintah desa memiliki data yang lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana yang berbasis bukti (evidence-based policy). Harapannya, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mampu mengurangi risiko bencana, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat,&#8221;<\/em> ujar Saipullah Hasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi 13 mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini menjadi media pembelajaran lapangan untuk mengintegrasikan teori dengan praktik melalui asesmen sosial, pemetaan partisipatif, analisis risiko bencana, hingga pendampingan masyarakat. Sinergi antara Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dan Psikologi Islam menghasilkan pendekatan yang menggabungkan aspek sosial, lingkungan, dan psikologis dalam upaya pengurangan risiko bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, seluruh kepala dusun, perwakilan ketua RT, warga terdampak, serta tenaga ahli Sistem Informasi Geografis (SIG), kegiatan pengabdian ini berhasil menghasilkan Peta Disaster Risk Mapping Desa Candirejo beserta peta tingkat kecemasan masyarakat. Luaran tersebut diharapkan menjadi referensi dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Desa (RPBDes), RPJMDes, dan berbagai program mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi UIN dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang mendukung terwujudnya desa tangguh bencana melalui pendekatan yang partisipatif, berbasis data, dan berkelanjutan di kawasan Rawa Pening.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komitmen UIN Salatiga dalam mendukung pembangunan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-577","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kegiatan-prodi-pmi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=577"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":581,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577\/revisions\/581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/pmi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}