{"id":760,"date":"2026-07-08T16:34:00","date_gmt":"2026-07-08T16:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/?p=760"},"modified":"2026-08-13T04:35:33","modified_gmt":"2026-08-13T04:35:33","slug":"dari-ruang-redaksi-hingga-turun-ke-lapangan-mahasiswa-kpi-uin-salatiga-ikut-liputan-bersama-ning-alissa-wahid-tentang-pesantren-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/dari-ruang-redaksi-hingga-turun-ke-lapangan-mahasiswa-kpi-uin-salatiga-ikut-liputan-bersama-ning-alissa-wahid-tentang-pesantren-aman\/","title":{"rendered":"Dari Ruang Redaksi hingga Turun ke Lapangan, Mahasiswa KPI UIN Salatiga Ikut Liputan Bersama Ning Alissa Wahid tentang Pesantren Aman"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di NU Online berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan liputan bersama Ning Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau yang akrab disapa Ning Alissa di Griya Gus Dur, Jakarta Pusat, pada 7 Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan tersebut mengangkat pesan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan. Dalam kesempatan tersebut, Ning Alissa menyampaikan pesan kepada para santri agar menjadikan pesantren sebagai ruang untuk tumbuh, belajar, serta mengembangkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ning Alissa, pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, lingkungan pesantren perlu memberikan rasa aman agar setiap santri dapat menjalani proses belajar dan berkembang secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan di pesantren tidak terlepas dari berbagai dinamika. Perbedaan karakter dan latar belakang para santri merupakan bagian dari proses belajar bersama. Namun, segala bentuk kekerasan dan perundungan perlu dihindari karena dapat merendahkan martabat serta mengganggu proses tumbuh kembang santri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ning Alissa menegaskan bahwa menciptakan pesantren yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Budaya saling menghormati, melindungi, dan memuliakan perlu dibangun agar pesantren benar-benar menjadi ruang yang memberikan ketenangan, kebahagiaan, serta kesempatan bagi para santri untuk meraih masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KPI UIN Salatiga turut terlibat dalam proses dokumentasi liputan dengan mengambil foto dan video. Keterlibatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses kerja media digital, mulai dari persiapan liputan hingga pengambilan materi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi mahasiswa yang tengah menjalani PPL di NU Online, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami proses produksi konten secara langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai bagaimana sebuah informasi dikumpulkan, tetapi juga bagaimana pesan yang memiliki nilai edukatif dikemas dalam bentuk konten visual agar dapat diterima oleh masyarakat melalui media digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Keterlibatan dalam proses dokumentasi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, kreativitas, koordinasi, dan komunikasi di lapangan. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk mampu menyesuaikan diri dengan situasi kegiatan serta bekerja sama dengan tim agar materi liputan dapat diperoleh secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai mahasiswa yang memiliki konsentrasi pada bidang <strong>Public Relations<\/strong>, kegiatan tersebut memberikan pengalaman mengenai pentingnya membangun komunikasi dengan publik melalui berbagai saluran media. Pesan yang disampaikan oleh tokoh publik tidak hanya membutuhkan substansi yang kuat, tetapi juga perlu dikemas secara komunikatif dan menarik agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Liputan bersama Ning Alissa Wahid menjadi salah satu pengalaman berharga yang diperoleh mahasiswa selama melaksanakan PPL di NU Online. Selain memperkaya pengalaman dalam dokumentasi dan produksi konten, kegiatan tersebut juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan santri serta upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi seluruh penghuninya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Salatiga, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan liputan media menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktis yang mempertemukan teori komunikasi dengan praktik profesional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di bidang media, kehumasan, komunikasi publik, dan produksi konten digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan terus mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, kerja sama, serta profesionalisme. Pengalaman terjun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan dunia profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan liputan ini sekaligus menunjukkan peran media dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat. Melalui konten yang diproduksi, pesan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk melindungi serta menghormati hak setiap santri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cSantri Kuat, Pesantren Digdaya, Indonesia Hebat,\u201d<\/strong> menjadi pesan yang menguatkan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang mampu melindungi, mendidik, dan memberikan ruang tumbuh yang baik bagi para santri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":761,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=760"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":762,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760\/revisions\/762"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dakwah.uinsalatiga.ac.id\/kpi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}