September 22, 2026
Bawaslu Jateng 2

SEMARANG — Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, mengikuti kunjungan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ke SMA Negeri 1 Semarang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali pandangan generasi muda mengenai Pemilu 2029 sekaligus menyambut momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa PPL bersama empat pegawai Bawaslu Provinsi Jawa Tengah diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Semarang, Noor Taufik Saleh, S.Pd., M.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wawancara kepada sejumlah siswa mengenai harapan mereka sebagai generasi muda dan calon pemilih pemula terhadap pelaksanaan Pemilu 2029.

Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa KPI untuk mengamati secara langsung bagaimana lembaga pengawas pemilu membangun komunikasi dengan generasi muda. Melalui wawancara, para siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai penyelenggaraan pemilu yang diharapkan dapat berlangsung secara jujur, aman, tertib, serta didukung oleh informasi yang dapat dipercaya.

Salah satu siswa SMA Negeri 1 Semarang, Mahendra Lutfi Z, menyampaikan harapannya agar Pemilu 2029 dapat berlangsung secara tertib, aman, dan jujur. Sebagai calon pemilih pemula, ia menyadari bahwa keputusan yang dihasilkan melalui pemilu memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

“Sebagai calon pemilih pemula, kami berharap Pemilu 2029 dapat berlangsung tertib, aman, dan jujur. Sebab, keputusan dalam pemilu akan berdampak secara kolektif bagi masyarakat,” ujar Mahendra.

Sementara itu, siswa lainnya, Aisyah Zahrani, menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi di media sosial diperlukan agar calon pemilih tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

“Saya berharap pemilih pada Pemilu 2029 dapat meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi. Hal ini penting karena masih banyak informasi yang keliru di media sosial yang dapat memicu ujaran kebencian,” ungkap Aisyah.

Pandangan para siswa tersebut menunjukkan adanya perhatian generasi muda terhadap kualitas proses demokrasi sekaligus tantangan informasi di era digital. Selain mengharapkan pemilu yang jujur dan aman, mereka memahami pentingnya kemampuan memilah informasi sebelum menentukan sikap dan pilihan politik.

Bagi mahasiswa KPI UIN Salatiga, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam memahami praktik komunikasi publik dalam konteks kepemiluan. Proses wawancara dan interaksi dengan siswa memberikan pembelajaran mengenai bagaimana komunikasi yang terbuka dan dialogis dapat digunakan untuk menggali pandangan generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu kepemiluan.

Momentum Hari Anak Nasional semakin memperkuat relevansi kegiatan tersebut. Generasi muda yang saat ini berada di bangku sekolah akan menjadi bagian dari pemilih dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Mendengarkan pandangan mereka menjadi salah satu langkah untuk memahami harapan sekaligus tantangan yang dihadapi calon pemilih pemula, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KPI turut memperoleh pengalaman dalam menerapkan keterampilan komunikasi dan jurnalistik yang relevan dengan bidang keilmuan. Kemampuan melakukan wawancara, menggali informasi, membangun komunikasi dengan narasumber, serta menyusun informasi menjadi bagian dari proses pembelajaran selama pelaksanaan PPL.

Kegiatan kunjungan dan wawancara di SMA Negeri 1 Semarang menjadi salah satu pengalaman mahasiswa KPI UIN Salatiga selama melaksanakan PPL di Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa komunikasi dengan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kepemiluan, mendorong literasi digital, serta mempersiapkan calon pemilih agar mampu berpartisipasi secara kritis dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.